6 Hal yang Harus dilakukan Operator dan Kepala Madrasah pada Simpatika

Operator madrasah adalah individu atau kelompok yang secara teknis mengelola data kependidikan di madrasah, yang mana data kependidikan menjadi tanggung jawab masing masing guru/PTK dan kepala madrasah. PTK bertanggung jawab pada perubahan data pribadi masing-masing, dan kepala madrasah menverifikasi dan menvalidasi data PTK, siswa, kurikulum di madrasah yang dipimpinnya.

Oleh karna itu pada simpatika, kepala madrasah memiliki dua akses yaitu mengelola akun PTKnya sendiri dan mengelola data madrasah. Dalam proses pengerjaanya kepala madrasah dapat mengangkat guru atau staf sebagai admin atau yang biasa disebut operator untuk membantunya dalam mengelola data kependidikan di madrasah yang dipimpinnya.

Akan tetapi kenyataannya operator bukan saja membantu pekerjaan kepala madrasah akan tetapi secara umum dititipkan akun masing-masing PTK dilembaganya untuk mengelola data PTK tersebut. Hal tersebut bukan tanpa alasan akan tetapi memang ada beberapa guru yang tidak bisa dan malas untuk belajar. Sebegitu sulitkah hanya untuk mengaktifkan akun PTKnya sendiri tiap semester? begitulah orang pintar mengatakannya (mf bukan saya). Seperti yang kita ketahui simpatika merupakan model lama yang hanya berubah nama saja. Secara hitung hitungan taun dari awal adanya pendataan PTK online apakah wajar jika seorang PTK belum bisa hanya sekedar mengaktifkan akunnya? Berapa tahunkah?

Mudah-mudahan selanjutnya hal ini tidak menjadi suatu yang lumrah, dan sadar akan pentingnya data pribadi masing-masing guru untuk mengeceknya sendiri dan mengkonsultasikannya dengan kepala madrasah dan OPM.

Tidak jarang saya menemui beberapa guru (kebanyakan guru yang sudah sertifikasi) datang dengan membawa masalah di kantor PENDMA SUMENEP menghadap ke admin kabupaten, si guru ini dengan lirih dan menggugah mengatakan ini operatornya tidak tahu, ini operatornya ……., saya malas mendengarnya, dalam hati saya mengatakan kasian itu orang ketahuan malasnya.

Saya sebagai operator hanya bisa berpesan dalam blog ini, sejatinya andalah yang bertanggung jawab sebagai PTK, dan bagi anda seorang operator janganlah mengandalkan upah dan pemberian nantinya andalah yang akan terjebak dalam masalah. Berbicaralah dengan tegas dan sopan apa yang harus anda katakan dan yang harus mereka lakukan. Anda manusia dan bukan malaikat yang tidak mau uang, dan anda juga bukan pengemis berdasi yang hanya duduk menghadap cermin.

Oleh karna itu saya akan merangkum beberapa hal yang harus dilakukan oleh OPM dan Kepala madrasah

1. Cek Keaktifan PTK

Kepala madrasah menyuruh seluruh PTK di lembaganya untuk mengaktifkan PTK sebagai tanda bahwa dia aktif mengajar dalam semester ini. Proses keaktifan PTK (Cetak Kartu Digital PTK) dalam satu Madrasah/sekolah saat ini tidak lagi harus menunggu persetujuan keaktifan kolektif (S25) dari Kemenag setempat, setiap PTK dapat langsung mencetak kartu digital masing-masing melalui akun PTK nya. Namun untuk kepala Madrasah/Sekolah tetap harus melalui prosedur ajuan kolektif (S25) untuk dapat mencetak kartu digitalnya.

2. Update data siswa

OPM melakukan input data siswa, updating. Hal ini cukup mudah dengan adanya fitur download upload, kita bisa mngerjakannya dengan mudah dengan file excel dan kemudian mengunggahnya.

3. Mengisi data kelas

Memasukkan siswa sesuai kelas dan rombel masing masing, jangan lupa untuk mengisi wali kelasnya

4. Input Jadwal

Jadwal kelas mingguan berisi informasi jadwal kegiatan belajar mengajar di madrasah/sekolah, seperti jadwal mata pelajaran perkelas tiap minggunya. Berikut urutan prosedur dalam penyusunan jadwal kelas mingguan :

  • Menetapkan Kompetensi di Profil Sekolah (khusus MA/SMA dan MAK/SMK).
  • Sinkronisasi Mata Pelajaran Nasional pada setiap tingkat sesuai kurikulum yang ditetapkan.
  • Menyusun Mata Pelajaran Jenis Muatan Lokal
  • Pengaturan data siswa (opsional)
  • Menyusun Kelas-Kelas pada setiap tingkat.
  • Mengatur model (template) kelas.
  • Menyusun Jadwal Kelas Mingguan.

Sebagai informasi, Pengaturan Jam Mingguan di SIMPATIKA berdasarkan aturan yang berlaku dari Kemenag , yaitu KMA no 207 tahun 2014 untuk KurMa, dan PMA no 165 tahun 2014 untuk K13.

Perhatian !! Saat ini telah diakomodir pada sistem untuk penambahahan 4 JTM tambahan per minggu untuk total jam dalam kelas yang menerapkan kurikulum KTSP, dapat berlaku seluruh mapel (mengacu ke Permenag No.2 Th. 2008) dan penambahan 6 JTM tambahan per minggu untuk total jam dalam kelas yang menerapkan kurikulum K13, hanya berlaku untuk mapel kelompok B dan C (mengacu ke Permenag No. 165 Th. 2014) yaitu untuk alokasi lintas minat/pendalaman.

5. Cetak S25

Sebelum melakukan Keaktifan Kolektif PTK (S25a), silakan perhatikan hal-hal berikut:

  • Pastikan semua PTK telah melakukan prosedur keaktifan di login masing-masing (Bintang 4 Kuning/cetak kartu digital).
  • Data beban tugas mengajar setiap Guru yang tertulis di dokumen ajuan Keaktifan Kolektif (S25a) otomatis diisikan oleh sistem berdasarkan Isian Jadwal Kelas Mingguan.
  • Pastikan data siswa telah ditambahkan pada masing-masing kelas di madrasah/sekolah Anda
  • Cetak ajuan Keaktifan Kolektif hanya bisa dilakukan melalui login Kepala Madrasah/Sekolah masing-masing. Untuk itu pastikan sekolah Anda telah meiliki Kepala Madrasah/Sekolah aktif baik definitif atau Plt. Pengaktifan Kepala Madrasah/Sekolah hanya bisa dilakukan oleh Admin Kemenag/Dinas setempat.
    Setelah dicetak harap diparaf oleh setiap PTK sebagai tanda bukti persetujuan dari setiap PTK sebelum diajukan ke Admin Kemenag/Dinas.
  • Admin Kemenag/Dinas akan mencetak S25b sebagai Tanda Bukti penerimaan ajuan keaktifan kolektif S25a.
  • Setelah Admin Kemenag/Dinas menyetujui (S25b) maka setiap Kepsek dapat mencetak Kartu Digital PTK Semester saat ini melalui login PTK Kepsek masing-masing
  • Setelah Admin Kemenag/Dinas menyetujui (S25b) maka data riwayat mengajar setiap Guru dipermanenkan otomatis oleh sistem. Silakan cetak Portofolio masing-masing untuk melihat detil riwayat mengajarnya di semester saat ini.

6. Verifikasi dan Validasi SKMT dan SKBK

updating..