Gerhana bulan, karna ada maling ?

gerhana bulanGerhana bulan sebabkan keributan, buat judul dulu ya…. Gerhana bulan seperti ada maling, gerhana bulan bikin orang ketakutan, huft susahnya cari judul yang pas. Dari saking uniknya ini pengalaman buatku, maklumlah saya tidak terbiasa dengan yang namanya gerhana bulan dan ribut-ribut pas maghrib (gayanya se-makmur), eits tapi tidak untuk disini. Maksudnya ? Begini ceritanya…!

Sabtu 4 April 2015, ini adalah hari buat keluargaku, dalam seminggu dapat jatah libur sampai 3 hari kok bisa ? cuti? hoho bukan, saya bukan anak kantoran, tapi pelayan ! pelayan…? hehe. Jam 17.15 saya baru tiba di rumah, istirahat sejenak duduk di amperan sambil menunggu adzan maghrib tiba, sudah kebiasaan duduk sendirian dan hanya browsing yang menjadi aktivitas melalui hp android (galaxy y old).

Tok tok hp berbunyi …… dikira akun email affiliate saya ada yang nambah, hoho dan ternyata Cuma email spam, bulan april ini kok sepi ya ? ga ada konsumen baru (padahal baru juga tanggal 4).

Suasananya sangat tenang sore ini, Sinar matahari masih terlihat, awan jingga pun nampak dari balik pohon besar depan rumah, indahnya, meskipun tidak seindah sunset di pasongsongan (hehe pasongsongan lebih indah dari bali), tapi saya cukup puas tuk merayu fisik yang cukup lelah.

Jam menunjukkan Adzan maghrib berkumandang, lantunan suara muadzin terasa seperti di ujung barat sana, hoho peringatan akan panggilan untuk sholat maghrib, sementara bibir merayu hati untuk melaksanakannya, akan tetapi fokus saya berubah ketika adzan berkumandang di akhir kalimat terdengar suara mengejutkan dan sangat mengganggu, bukan lagi suara notifikasi email beberapa waktu yang lalu, tapi seperti bunyi pintu di gedar gedor, lanjut bunyi palu di rumah tetangga, berselang detik kemudian bunyi tong-tong dari arah timur dan barat secara bersamaan, wehe apa ini, whats up bro ? whats up min mumun? hati terasa kalang kabut ketika ada orang teriak-teriak ga jelas bilang apa. sungguh suasana berubah seketika.

Bunyi tong tong tak berhenti, seperti ada maling, ada apakah ini? semua terjawab ketika tetangga depan rumah keluar semua dan saling berbagi kata kalau saat ini “BULAN GERRING”, ya Allah gusteh pangeran… tertawa dalam hati tak kuat menahan kegundahan hati (dikira ada maling) dari tadi.

Lagi-lagi sebuah mitos, atau mitos yang belum punah dan masih terjaga. kenapa sampai ribut begitu ya? Menurut orang sini sih, bunyi-bunyian itu untuk membangunkan segala sesuatu yang hidup terutama hewan ternak ataupun pohon-pohonan agar tidak terserang penyakit/musibah istilahnya agar berkah. Owh gitu toh, beginilah kalau masalah kepercayaan yang saya hargai dan merupakan kepercayan orang sini yang belum pernah saya alami dan saya dengar sebelumnya. Pantas saja di setiap kandang sapi di daerah sini ada gantungan tong-tongnya semua, meskipun tidak sama persis bentuknya dengan tong-tong pos kamling, tapi fungsinya masih sama yaitu untuk notifikasi aja layaknya bunyi BBM saya saat ini.

Selain itu ada yang lebih aneh lagi buat saya, khusus buat perempuan yang sedang mengandung di suruh mengambil todi’ ( atau sejenis pisau ) dan masuk di bawah kolong kasur (bruma), untuk apa? katanya sih agar janinnya itu tak lowang ( bayi lahir sempurna tanpa ada kekurangan). Ya Allah.

Ini pengalaman baru buat saya, bagaimana dengan daerah sampeyan? Masih adakah seperti ini ?, kepercayaan akan sesuatu yang merupakan hak setiap orang dan ini membuktikan begitu kurangnya pengetahun saya tentang tradisi/kepercayaan di setiap daerah di Madura dan begitu bodohnya saya yang berstatus sebagai pengajar bahasa Madura tidak tahu akan hal unik ini.

Mari berbagi.