Ideologi Pendidikan Liberal

Pendidikan memiliki peranan penting dalam pengembangan kemampuan seseorang. Pendidikan merupakan salah satu sarana untuk mendapatkan pengetahuan yang nantinya menjadi bekal dalam kehidupan masyarakat.

Pendidikan juga tidak bisa lepas dari ideologi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Ideologi ini turut mewarnai pendidikan sehingga pendidikan yang dilakukan di tengah masyarakat memiliki karakteristik tertentu yang identik dengan ideologi tertentu pula. Setidaknya ada tiga ideologi yang berkembang dalam dunia pendidikan, yaitu konservatif, liberal, dan kapitalis.

Perbedaan dari ketiga ideologi tersebut terkait dengan bagaimana pandangan manusia terkait dengan apa yang menimpanya. Hal ini akan berdampak pada metode dan cara pembelajaran yang diberikan oleh pendidikan dengan ideologi tertentu.

Pengertian Ideologi Pendidikan Liberal

Ideologi adalah sebuah sistem nilai atau keyakinan yang diterima sebagai fakta atau kebenaran oleh kelompok tertentu.

Bagi kaum liberalis pendidikan adalah usaha untuk melestarikan dan meningkatkan mutu tatanan sosial yang ada dengan cara mengajarkan pada setiap anak-anak bagaimana cara mengatasi masalah-masalah kehidupannya sendiri secara efektif.

Liberal atau liberalisme adalah suatu pandangan yang menekankan pengembangan kemampuan, melindungi hak dan kebebasan (freedom), serta mengidentifikasi problem dan upaya perubahan sosial secara inskrimental demi menjaga stabilitas jangka panjang.

Jadi, ideologi pendidikan liberal adalah suatu keyakinan dimana pendidikan yang terbaik adalah yang ada untuk melatih anak agar berfikir secara kritis dan objektif, mengikuti bentuk dasar proses ilmiah, dan melatih anak untuk meyakini hal-hal tersebut berdasarkan pengetahuan ilmiah.

Corak-Corak Liberalisme Pendidikan

Dalam intisarinya, ada 3 corak utama liberalisme pendidikan, yaitu:

Liberalisme Metodis

Kaum liberalisme metodis adalah mereka yang mengambil sikap bahwa selagi metode-metode pengajaran harus disesuaikan dengan zaman supaya mencakup renungan-renungan psikologis, baru dalam hakikat belajar oleh manusia.

Liberalisme Direktif

Liberalisme direktif yang mencakup aliran utama liberalisme pendidikan di Amerika Serikat.

Pada dasarnya, kaum liberalis direktif menginginkan pembaharuan mendasar dalam hal tujuan sekaligus dalam hal cara kerja sekolah-sekolah sebagaimana adanya sekarang.

Liberalisme Non-Direktif

Kaum liberalis non-direktif akan sepakat dengan pandangan bahwa tujuan dan cara-cara pelaksanaan pendidikan perlu diarahkan kembali secara radikal dari orientasi otoritariannya yang tradisional ke arah sasaran pendidikan yang mengajar siswa untuk memecahkan masalah-masalahnya sendiri secara efektif.

Ciri-ciri Umum Liberalisme Pendidikan

  • Menganggap bahwa pengetahuan terutama berfungsi sebagai sebuah alat untuk digunakan dalam pemecahan masalah secara praktis.
  • Menekankan kepribadian unik dalam diri tiap individu.
  • Menekankan pemikiran efektif (kecerdasan praktis)
  • Memandang pendidikan sebagai perkembangan dari keefektifan personal.
  • Memusatkan perhatian kepada tata cara pemecahan masalah secara individual maupun berkelompok.
  • Menekankan perubahan sosial secara tak langsung, melalui perkembangan kemampuan tiap orang berprilaku praktis dan efektif.
  • Berdasarkan kepada sebuah sistem penyelidikan eksperimental yang terbuka.
  • Didirikan di atas tata cara pembuktian secara ilmiah rasional.
  • Menganggap bahwa wewenang intelektual tertinggi terletak pada pengetahuan yang diperoleh dari pembuktian eksperimental.

Landasan Pendidikan Liberal

Berikut ini landasan pendidikan liberal, diantaranya sebagai berikut:

  • Seluruh kegiatan belajar bersifat relatif terhadap sifat-sifat dan isi pengalaman personal.
  • muncul dari proses-proses perkembangan personal, dan seluruh tindakan belajar yang punya arti penting cenderung untuk bersifat subjektif.
  • Seluruh kegiatan belajar pada puncaknya mengakar pada keterlibatan dalam pengertian inderawi yang aktif.
  • Seluruh kegiatan belajar pada dasarnya merupakan proses pengujian gagasan-gagasan, dalam situasi-situasi pemecahan masalah secara praktis.
  • cara terbaik untuk mempelajari sesuatu dan sebagai implikasinya, juga cara terbaik untuk hidup.
  • Pengalaman kejiwaan yang paling dini merupakan pengalaman yang dialami oleh orang yang belajar pada waktu ia masih kanak-kanak, termasuk latihan-latihan emosional dan kognitif.
  • tindakan belajar dikendalikan oleh konsekuensi-konsekuensi emosional dan perilaku personal.

Dalil-dalil Pokok Liberalisme Pendidikan

  • Seluruh hasil kegiatan belajar adalah pengetahuan personal melalui pengalaman personal.
  • Seluruh hasil kegiatan belajar bersifat subjektif dan selektif.
  • Seluruh hasil kegiatan belajar berakar pada pada keterbatasan pengertian inderawi
  • Seluruh hasil belajar hasil kegiatan belajar didasari proses pemecahan masalah secara aktif dalam polatrial dan error
  • Cara belajar terbaik diatur oleh penyelidikan kritis yang diarahkan oleh perintah-perintah eksperimen yang mencirikan metode ilmiah
  • Pengalaman paling dini adalah yang paling berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya.
  • Kegiatan belajar diarahkan dan dikendalikan oleh konsekuensi-konsekuensi emosional dan perilaku.
  • Sifat-sifat hakiki dan isi pengalaman sosial mengarahkan dan mengendalikan sifat-sifat hakiki dan isi pengalaman personal
  • Penyelidikan kritis dari jenis yang punya arti penting hanya bisa berkembang dalam masyarakat yang terbuka dan democratis.
  • Jika dalam kondisi-kondisi yang optimal, anak yang berpotensi rata-rata bisa menjadi efektif secara personal dan bertanggung jawab secara sosial

Komponen-Komponen Pendidikan Liberalisme

Pengaruh liberalisme dalam pendidikan dapat melihat komponen-komponennya, diantaranya, sebagai berikut:

  • Komponen pertama, adalah komponen pengaruh filsafat barat tentang model menuju manusia universal yaitu manusia yang “rational liberal”. Pengaruh liberal ini kelihatan dalam pendidikan yang mengutamakan prestasi melalui proses persaingan antar murid. Perangkingan untuk menentukan murid terbaik adalah implikasi dari paham pendidikan ini.
  • Komponen kedua adalah positivisme. Positivisme sebagai suatu paradigma ilmu sosial yang dominan ini juga menjadi dasar bagi model pendidikan liberal. Karena positivisme pada dasarnya adalah ilmu sosial yang dipinjam dari pandangan, metode dan teknik ilmu alam memahami realitas. Dengan kata lain, positivisme mensyaratkan pemisahan fakta dan nilai dalam rangka menuju pada pemahaman obyektif atas realitas sosial

Pada pradigma pendidikan liberal ini, fokus utama terletak pada bagaimana membuat anak didik memiliki kemampuan sehingga mereka bisa bersama ditengah sistem yang berlaku pada masyarakat. Pendidikan liberal tidak melihat masalah yang berkembang dalam masyarakat karena sistem sosial masyarakat tersebut tetapi karena ketidaksiapan manusia dalam menghadapi sistem. Sehingga itu akan mengakibatkan dan keterampilan yang berguna sebanyak-banyaknya kepada anak didik, dan menariknya ideologi pendidikan inilah yang sekarang sedang berkembang ditengah-tengah masyarakat global

Daftar Pustaka

[sociallocker id=1253]

– O’neil William F. Ideologi-ideologi Pendidikan.Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2002.

– Pengantar Pendidikan http:// Lena Unindrabiozal.Blogspot.com,03,2008

– Ideologi Pendidikan Sebuah Pengantar. http://.Al-Fauzi. Blogspot.com,02,2008

– Pendidikan Liberal,http:// Aristhu. 03.files wordpress.com,10,2006 [/sociallocker]