Jadikan Sekolah Layak Untuk Belajar, Sempurnakanlah !

Assalamu alaikum, para blogger dan pengunjung setia alfawzy, maaf sebelumnya jika judul tulisan saya sedikit nyeleneh, dan tidak bermutu bagi anda, berbagi cerita tentang pertemuan dengan salah satu pengawas di salah satu instansi pendidikan yang memberikan fakta dan opini yang menarik untuk di pahami.

Singkat cerita lembaga kami memiliki pengawas baru dan tentu berbeda dari tahun sebelumnya, semenjak saya menjadi pendidik, baru kali ini ada pengawas memperkenalkan diri secara resmi pada seluruh guru di lembaga kami ini, melalui sebuah pertemuan dan membagikan buku karya beliau secara Cuma-Cuma , poin penting banyak hal yang positif dari apa yang beliau sampaikan, semoga saja bisa terwujud.

Ada beberapa hal yang beliau sampaikan yang menarik buat saya, diantaranya maraknya pendirian sebuah lembaga pendidikan baru ataupun lama yang menurutnya hanya sebagian saja yang benar-benar peduli dengan pendidikan, kurangnya keseriusan bagi guru yang sudah sertifikasi untuk gelar professional, dan tanamkan budaya membaca pada anak didik.

Menurut opini masyarakat dari sebagian mereka pernah ada yang mengatakan bahwasanya orang yang mendirikan sebuah lembaga/yayasan pendidikan hanya peduli dengan proyek mereka, visi dan misi hanyalah formalitas terpasang didepan gedung sekolah, what ? tentu saja saya sedikit memahami, dan belum tentu saya percaya, karna itu hanyalah sebuah opini sedangkan fakta tidak menemukan bukti yang jelas tentang itu, sungguh menarik jika pendapat tersebut berhubungan dengan apa yang disampaikan oleh pengawas, beliau menemukan sebuah lembaga yang mendirikan ruang pendidikan dengan cara memaksa kehendak nafsu mereka sendiri, contohnya lembaga tersebut mendirikan sebuah gedung sekolah untuk level pertama, belum juga rampung dan sempurna sudah mau mendirikan gedung sekolah level kedua, sedangkan dana/anggaran yang ada tidak cukup, maka otomatis dari semua gedung tersebut belum maksimal untuk proses pembelajaran.

Dari hal tersebut beliau mengatakan, mereka menuruti nafsu dan kehendak mereka, belum tentu bangunan tersebut membawa kebaikan untuk mereka malah bisa jadi celaka untuk mereka, menurut saya setidaknya jika sudah mendirikan gedung sekolah level pertama sedikitnya 6 ruang kelas dan 2 ruang guru meskipun tidak berlantai kaca, kita bisa memanfaatkan anggaran gedung level kedua untuk fasilitas perpustakaan, disamping berguna untuk para siswa juga sangat berguna bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran, hal ini terjadi sebaliknnya dari semua ruang kelas yang ada fasilitas penunjang seperti bangku dan papan tulis pun nilainya C atau yang ada hanyalah blackboard, sungguh miris ingin memajukan tapi salah jalan, nah dari itu opini masyarakat yang mempunyai prasangka yang tidak baik tertuju pada pendiri lembaga sekolah tersebut.

Itulah pendapat saya yang juga merupakan keinginan, sebuah lembaga pendidikan yang kecil mempunyai sebuah perpustakaan yang besar, maka dari itu saya menyatakan jadikan sekolah lebih layak untuk anak didik, disisi lain ada sebuah LKS yang diperjual belikan kepada anak didik, yang menurut saya lebih berguna jika uang anak didik tersebut dipergunakan untuk mengisi daftar buku perpustakaan sekolah. So slogan budayakan membaca tidak hanya di lihat dan didengar dengan dengan indra, tapi lebih kepada perwujudan yang nyata untuk semua panca indra.