Kajian Teori Belajar: Definisi Belajar dan Pembelajaran

Belajar mengajarGagne (Anni, 2004: 2), menyatakan bahwa belajar merupakan perubahan disposisi atau kecakapan manusia yang berlangsung selama periode tertentu, dan perubahan perilaku itu tidak berasal dari proses pertumbuhan. Sedangkan pengertian belajar menurut Fontana (Suherman, 2001: 8) adalah perubahan tingkah laku individu yang relatif tetap sebagai hasil pengalaman.

Menurut Gagne (Anni, 2005: 3) belajar merupakan sebuah sistem yang di dalamnya terdapat berbagai unsur yang saling kait-mengkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku. Beberapa unsur yang di maksud adalah sebagai berikut.

  • Pembelajar, dapat berupa siswa, pembelajar, warga belajar, dan peserta pelatihan Pembelajar memiliki organ penginderaan yang digunakan untuk menangkap rangsangan; otak yang digunakan untuk mentransformasikan hasil penginderaannya ke dalam memori yang kompleks; dan syaraf atau otot yang digunakan untuk menampilkan kinerja yang menunjukkkan hal-hal yang telah dipelajari.
  • Rangsangan (stimulus). Peristiwa yang merangsang penginderaan pembelajar disebut situasi stimulus. Suara, sinar, warna, panas, dingin, tanaman, gedung, dan orang adalah stimulus yang selalu berada di lingkungan seseorang.
  • Memori. Memori pembelajar berisi berbagai kemampuan yang berupa pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dihasilkan dari aktivitas belajar sebelumnya.
  • Respon. Tindakan yang dihasilkan dari aktualisasi memori disebut respon. Pembelajar yang sedang mengamati stimulus, maka memori yang ada di dalam dirinya kemudian memberikan respon terhadap stimulus tersebut. Respon dalam pembelajaran diamati pada akhir proses belajar yang disebut perubahan perilaku.

Menurut Thomas (Anni, 2005: 54) beberapa prinsip belajar yang efektif sebagai berikut.

  • Spesifikasi (specification) Strategi belajar itu hendaknya sesuai dengan tujuan belajar dan karakteristik siswa yang menggunakannya.
  • Pembuatan (generativity) Strategi belajar yang efektif yaitu yang memungkinkan seseorang mengerjakan kembali materi yang telah dipelajari, dan membuat sesuatu menjadi baru.
  • Pemantauan yang efektif (effective monitoring) Pemantauan yang efektif yaitu berarti bahwa siswa mengetahui kapan dan bagaimana cara menerapkan strategi belajarnya dan bagaimana cara menyatakannya bahwa strategi yang digunakan itu bermanfaat.
  • Kemujaraban personal (personal efficacy) Siswa harus memiliki kejelasan bahwa belajar akan berhasil apabila dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Sedangkan Pembelajaran adalah seperangkat peristiwa yang mempengaruhi siswa sedemikian rupa sehingga siswa itu memperoleh kemudahan dalam berinteraksi berikutnya dengan lingkungan (Sugandi, 2004: 9), menurut Fontana (Suherman, 2001: 8) pembelajaran merupakan upaya penataan lingkungan yang memberi nuansa agar program belajar tumbuh dan berkembang secara optimal. Dengan demikian proses belajar bersifat internal dan unik dalam diri individu siswa, sedang proses pembelajaran bersifat eksternal yang sengaja direncanakan dan bersifat rekayasa perilaku.

Sumber :

Suherman, Erman. 2001. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: UPI

Sugandi, Achmad. 2004. Teori Pembelajaran. Semarang: UNNES.

Anni, Catharina. 2004. Psikologi belajar. Semarang: UNNES.