Kenapa Isi Surat Perjanjiannya Seperti ini ?

Akhir-akhir ini di media sosial sedang marak dengan berita buruk tentang guru dan dunia pendidikan. “Guru dipenjarakan”, “Guru dilaporkan”, atau “Guru Bla bla”. Benarkah seorang guru tersebut melakukan hal yang demikian ?. dan yang terbaru, seorang guru di salah satu SMP sidoarjo berurusan dengan pihak yang berwajib karna mencubit siswanya. jika memang benar, tidak bisakah melalui komunikasi secara damai, dari pada sedikit sedikit lapor polisi. Setidaknya para orangtua bisa menjaga nama baik sekolah dan guru lainnya dimana anaknya dititipkan dan dipercayakan untuk belajar kepada mereka.

Seperti apapun bentuknya hukuman fisik memang tidak bisa dibenarkan, akan tetapi orang tua juga harus tau kondisi anaknya seperti apa, prestasinya seperti apa..? setidaknya berkomunikasilah dengan baik dengan para guru, cari taulah perkembangan anaknya seperti apa, berkunjunglah langsung kesekolah, titipkanlah mereka dengan cara yang baik, bukannya boro boro langsung lapor polisi. Begitupun juga sebaliknya dari pihak sekolah, adakan sosialisasi dengan para wali murid.

surat perjanjian

Dan atas maraknya kasus guru dipidanakan, salah satu sekolah membuat surat perjanjian dengan wali murid yang isinya menurut saya tidak pantas dan seakan akan ini adalah bentuk kekesalan pihak sekolah dan rekan-rekan guru atas apa selama ini sering diberitakan,  Yang isi perjanjiannya sebagai berikut:

Semua calon siswa baru yang akan mendaftar …….
Tidak akan menuntut sekolah apabila:

1. Dicubit sampai merah biru karena terlambat
2. Dipotong rambut karena gondrong.
3. Dijemur di lapangan karena tidak mengerjakan tugas.
4. Disuruh push up karena berisik di kelas.
5. Di jewer karena berpakaian tidak rapi.
6. Dan hukuman lain…….

Poin-poin tersebut semuanya mengarah kepada hukuman fisik, yang saya rasa seharusnya tidak ada dalam perjanjian tesebut, seolah olah mereka mengancam jika anak anda terlambat akan dicubit sampai merah/biru dan anda tidak boleh lapor polisi. Wajar jika sebagian orang mengatakan surat perjanjian tersebut dengan sebutan surat perjanjian koplak/konyol.

Dulu waktu jaman saya sekolah hukuman tersebut diatas tergolong wajar dan sering terjadi, but itu dulu,, sekarang hukuman tersebut menjadi sebaliknya alias tidak wajar hehe. Pasti ini gara-gara….

Dan saya harapkan surat tersebut hanya sebuah karya keisengan belaka yang tidak pernah ada dalam dunia pendidikan. Dan buat para orang tua/wali murid “ hanya orang tua bodoh yang membela anaknya yang salah ( by Pak Ali) ”