Macam-macam Cinta

Cinta Kepada Allah

Allah SWT ada dan Maha Kuasa, DIA menjadikan engkau dalam rahim ibumu dan memliharmu hingga ibumu melahirkan engkau, menjadikan ibumu kasih saying padamu, menyusukan engkau, mendidik engkau, memliharamu dari segala yang akan menyakiti, menjadikan ayahmu cinta kepadamu, memeliharamu samai besar, mendidik engkau dan memasukkan engkau ke sekolah, menjadikan gurumu mengajari engkau menulis, membaca, memahami, aneka ilmu pengetahuan, mendidik jiwamu dengan baik sehingga menyebabkan orang saying kepadamu.

DIA menjadikan engkau dengan bentuk yang lebih baik dari pada hewan, diberi-NYA engkau lidah untuk berkata yang baik, dua tanga untuk mengerjakan manfaat yang engkau kehendaki, dua kaki untuk berjalan mencari rezeki, dua mata untuk melihat, dua telinga untuk mendengar, khusus pula diberi-NYA akal agar engkau dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, yangb bermanfaat dalam hidupmu, menjadikan alam dan bumi dengan segala alat-alatnya yang engkau perlukan, menjadikan udara untukmu bernafas, rezeki untuk kau makan.


Ketahuilah, bahwasannya Alllah SWT yang menjdikan engkau menganugerahkan segala nikmat, maka seyogianyalah engkau engkau membesarkan dan mencintai-NYA, lebih dari segala apa yang sengkau besarkandan cintai, dengan arti bahwa engkau kerjakan segala perintah-NYA dan engkau jauhi segala larangan-NYA

Cinta Kepada Rasulullah

Manusia anak cucu adam ‘alaihissalam memerlukan makan, minum, pakaian, tempat tinggal untuk memelihara dirinya dari lapar, haus, dingin, dan panas.

Mereka bertebaran dimuka bumi ini unutk mencari makanan, minuman, pakaian dan sebagainya, guna memlihara dan mempertahankan hidupnya.


Manusia ada yang baik ada yang buruk, ada yang lemah dan ada yang kuat, maka yang buruk menyakiti yang baik dan yang kuat menindas yang lemah.


Karena itu Allah SWT mengutus para Rasul dengan membawa agama syariat ilahiyah untuk menjelaskan pada manusia, mana yang halal mana yang haram, apa yang manfaat apa yang mudarat, yang baik dan yang buruk, yang terpuji dan yang terceladan menyuruh manusia agar berbuat baik supay selamat di dunia dan berpahala di akhirat serta menjauhi pekerjaan haram yang mengakibatkan kehinaan di dunia dan adzab di akhirat.


Andaikata Allah SWT tida mengutus para Rasul, tiadalah manusia mengetahui halal dan haram, manfaat atau mudarat, baiak atau buruk dan tidak akan takut kepada Allah SWT dan siksa-Nya serta tidak akan mengharap rahmat dan pahala dari-Nya dan niscaya manusia akan cakar-cakaran satu sama lain serta hidup tanpa aturan dan agama. Dus, para Rasul memmbawa agama untuk menunjuki kita, mengatur persoalan diantara kita, agar kita mengenal hak dan kewajiban, supay berbahagia di dunia dan di akhirat.
Karena itu percayailah mereka, akuilah kebenaran mereka, taatilah mereka, turutilah perkataan dan perbuatan mereka, karena para Rasul adalah perantara yang membawa kita kepada bahagia di dunia akhirat dan wajiblah kita sesudah mencintai dan membesarkan Allah SWT untuk mencintai, menghormati mereka dan yakin bahwa Rasulullah itu adalah amanat, ma’shum dari segala dosa dan kejahatan, baik sebelum atau sesudah nubuwah.

Cinta Kepada Kedua Orang Tua

Ayah dan ibumu lebih berhak dari segala manusia lainnya untuk engkau cintai, taati dan hormati, karena keduanya memelihara, mengasuh dan mendidik, menyekolahkan engkau, mencintaimu dengan ikhlas agar engkau menjadi orang yang baik, berguna dalam masyarakat, berbahagia duania akhirat.

Karena itu wajib bagimu berbuat baik, mencintai dan menghormati keduanya, jangan engkau membuat marah mereka, doakanlah keduanya : “Robbighfir lie wa liwa lidayya war hamhuma kama rabbayanie shaghiraa” dan sekali lagi janganlah engkau lupa : “Wabilwaalidaini ihsaanaa.”

Cinta dan Hormat Kepada Guru

Ayah dan ibumu engkau cintai dan hormati karena keduanya memelihara jasadmu, merawat badanmu, sedangkan gurumu mendidik jiwamu, melatih otakmu, menunjukkan kepada kebaikan dan kebahagiaan. Maka patutlah bila engkau mencintai dan menghormatinya, kerena dialah yang mengajari engkau belajar dan menulis, membaca dan mengajarkan aneka ilmu pengetahuan, mengenalkan engakau kepada Allah SWT dan cara beribadat, menunjukkan segala sifat kesempurnaan dann terpuji seperti misalnya mengenal segala kewajiban.

Ketahuilah, bahwa gurumu adalah perantaraan untukmu mencapai kebahagiaan dunia akhirat, maka sewajarnyalah engakau mencintai dan menghormati gurumu, seperti engkau cinta dan hormat kepada ayah dan ibumu.


Diceritakan, bahwa ada seorang ‘alim pengemudi sebuah pesantren, setiap pagi sebelum mengajar, beliau tegak di halaman pesantrennya, para muridnya bertanya: “ya ustadz, apakah gerangan yang menyebabkan ustadz berdiri setiap pagi di halaman pesantren ini sebelum pelajaran dimulai?” Orang ‘alim itu menjawab dengan secara sungguh: “karena setiap pagi, anak guruku lalu disini untuk pergi ke sekolah: maka itulah yang kuhormati, karena guruku itu ayah anak tersebut telah meninggal dunia dan aku merasa wajib menghormati beliau dengan cara meneruskan penghormatan kepada anaknya.”

Cinta dan Hormat Kepada Saudara Kerabat, dan Tetangga

Mengapa engkau cinta kepada ayah, ibu dan gurumu? Engkau mencintai mereka karena mereka mencintainu, memelihara dan mendidikmu, menghendaki engkau menjadi manusia berakal dan sempurna.

Ketahuilah, bahwa saudaramu laki-laki dan perempuan adalah putera ayah dan ibumu yang juga cinta kepada engkau, menolong ayah dan ibu dalam mendidikmu, gembira bilamana engkau gembira dan membelamu di mana perlu.


Maka itu, wajib atasmu mencintai, menghormati dan berbuat baik kepada mereka.
Pamanmu, bibimu dan anak-anak mereka itu juga, artinya mereka sayang kepadamu dan ingin agar engkau selamat dan berbahagia, karena mereka mencintai ayah dan ibumu serta menolong keduanya di setiap keperluan, mereka gembira bilamana ayah dan ibumu gembira, ikut sedih kalau ayah dan ibumu sedih, karena itu cintailah dan hormatilah mereka.


Tetanggamu juga ikut bersyukur kalau ayah dan ibumu gembira dan ikut susah kalau ayah dan ibumu susah, mereka menolong ayah dan ibumu, bersama-sama mencari kemanfaatan dan menolak kemudaratan, ayah dan ibumu cinta dan hormat kepada mereka maka wajib atasmu mengikuti ayah dan ibumu, yaitu cinta dan hormat kepada para tetangga.

Cinta dan Hormat Kepada Teman/Sahabat

Allah s.w.t telah menjadikan engkau, engkaupun banyak memerlukan keperluan-keperluan hidup yang tiada dapat engkau hasilkan sendiri, tetapi membutuhkan bantuan orang lain untuk memperolehnya.
Ayah, ibu dan kerabatmu tiada selalu berada bersama engkau di setiap tempat dan waktu untuk membantu mencari kebutuhan-kebutuhan tuhanmu, maka di kala itu engkau berada di tengah teman dan sahabat yang akan menolongmu. Karena itu sepantasnyalah engkau cinta dan hormat kepada teman dan sahabat.

Cinta Kepada Tanah Air

Tanah airmu adalah tempat dilahirkan, tempatmu tinggal dan hidup, juga ayah, ibu dan segenap kerabat dan sahabatmu berada.

Airnya kau minum, hasilnya kau makan, udaranya kau hirup, maka patutlah engkau cinta kepadanya, kau bela kehormatannya, kau pertahankan kemerdekaannya.

Cinta dan Hormat Kepada Warga Sebangsa

Mereka yang sebangsa dan engkau adalah warga masyarakat yang berbahasa yang sama denganmu, tidak segan berkorban untuk kemuliaan tanah airmu, engkau hidup bersama dengan nasib dan penanggungan yang sama.

Ketahuilah bahwasannya engkau adalah salah seorang dari mereka dan engkau timbul tenggelam bersama mereka, dari itu cintailah mereka.

Cinta dan Hormat Kepada Segenap Muslim

Semua manusia adalah makhluk Allah s.w.t. dijadikan NYA berlainan jenis kelamin, bersuku dan berbangsa, agar mereka saling kenal-mengenali satu sama lain. Tidak ada yang lebih mulia di sisi Allah s.w.t. kecuali yang taqwa. Engkau dan semua mereka adalah sama-sama hamba Allah s.w.t. maka suatu hal yang patut bagimu, untuk hormat kepada segenap manusia, sayang kepada makhluq.