Ouch My Glasses !!

Hal yang paling tidak disukai ketika sesuatu terjadi pada kacamata saya, mungkin juga sebagai kelemahan ketika saya harus berjalan keluar rumah tanpa kacamata, baru tadi pagi entah kenapa kacamata saya retak, kemungkin tidur ala jet super ataupun apapun itu menjadikan kacamata saya sebagai target yang tak terduga, ketimpa bangunan kali ? ndak juga ! secara tubuh atletis begini (wow)

Sebagai penderita rabun jauh mengharuskan saya memakai kacamata sebagai alat bantu untuk kegiatan sehari-hari, berawal dari saya masih kelas 1 SMA (2006), saya tidak bisa melihat jelas penampakan cewek cantik di depan mata eh maksud saya sesuatu yang dilihat dari jarak jauh. saya hanya memperkirakan warna dari pakaian ataupun karakter motoric seseorang untuk dari jarak jauh, entah orang tersebut senyum, marah, dan sedih malah tak nampakpun mirip tembok di dinding rata dan kabur.

Seperti yang dikemukakan oleh www.alodokter.com , Rabun jauh adalah kondisi mata yang menyebabkan objek yang dekat terlihat jelas sementara objek yang jauh terlihat kabur. Kondisi ini juga disebut dengan istilah myopia, Gejala rabun jauh dapat terjadi pada siapa saja dan dari segala umur. Tetapi kondisi ini umumnya mulai dirasakan oleh pengidapnya pada masa kanak-kanak hingga usia sekolah.

Ciri-ciri Rabun Jauh

  • Pandangan kabur saat melihat objek yang jauh sehingga sering menyipitkan mata, misalnya kesulitan melihat huruf di papan tulis.
  • Sakit kepala karena mata bekerja secara berlebihan.
  • Frekuensi mengedipkan mata yang berlebihan
  • Sering menggosok mata.
  • Terlihat tidak menyadari keberadaan objek yang jauh.

Secara pribadi saya tidak tahu kenapa saya bisa rabun jauh, jika ditelisik dari gen, orang tua dan adik-adik saya juga semuanya pakai kacamata.

Melanjutkan dari alodokter.com, Pada kondisi normal, kornea atau lensa mata memiliki bentuk dan permukaan yang mulus sehingga bias cahaya yang masuk bisa terpusat pada retina. Tetapi lain halnya dengan pengidap rabuh jauh.

Kerusakan refraktif pada mata adalah penyebab utama rabun jauh. Kondisi ini terjadi jika cahaya yang masuk ke mata justru terfokus di depan retina dan bukan tepat pada retina. Inilah yang menyebabkan pandangan menjadi kabur.

Penyebab di balik kerusakan tersebut belum diketahui secara pasti. Para pakar menduga kondisi ini dapat dipicu oleh dua faktor utama, yaitu keturunan dan pengaruh lingkungan. Nah iyakan ada factor gen didalamnya. Anak-anak dengan orang tua yang mengidap rabun jauh memiliki risiko sekitar 30 persen lebih tinggi untuk mengidap kondisi yang sama. Pengaruh dari lingkungan juga berperan penting, misalnya terlalu sering membaca, menonton televisi, atau menggunakan komputer.

Kembali ke kacamata, banyak sudah saya pakai model kacamata yang ada dipasaran dan semuanya berakhir tragis, dari yang murah seharga 25k sampai 300k, yang lebih dari harga itu sudah coba belum ? belum, Tapi secara yang namanya barang, sering dipakai, lalai, semahal apapun pasti akhir-akhirnya rusak. Sangat penting menjaga kesehatan mata.