Pengertian Seni Rupa

Alam yang penuh warna; hutan yang menghijau, gunung yang membiru, laut yang bergelombang, dan matahari yang senantiasa bersinar tak habis-habisnya merupakan sebagian keindahan semesta yang dapat dilihat oleh semua manusia. Demikian pula kita dapat melihat kebudayaan umat manusia berbagai bangsa, siaran televise yang beraneka, serta indahnya malam hari yang dipenuhi bintang serta diterangi oleh sinar bulan. Kesemua itu karunia Tuhan pencipta alam semesta bagi manusia yang melihat rupa.

Apabila kita berjalan sendirian di tengah kota melihat gedung-gedung, kendaraan, pertokoan, papan iklan, serta baju yang beraneka model, tentu tak bosan-bosan menatapnya. Demikian pula, jika di rumah, kemudian duduk di sebuah sofa sambil membuka majalah bergambar atau menghidupkan televisi, kemudian menatap lukisan yang di pajang di ruang tamu, semua yang tampak itu adalah budaya rupa yang telah menjadi bagian kehidupan manusia.

Budaya rupa adalah ungkapan yang indah di sekitar lingkungan manusia, wujudnya dapat berupa sebuah gambar, bangunan, interior rumah, kursi, perabotan elektronik, majalah yang sarat dengan gambar, hingga tayangan iklan televisi. Dari sejumlah karya manusia itu terdapat benda-benda yang indah sehingga persaan tergugah, itulah karya seni rupa.

Namun, demikian akrabnya kita dengan benda-benda seni rupa itu, kita akhirnya kurang mengenal siapakah pencipta (perancang) benda-benda itu dibuat. Tentu saja segala sesuatu itu dubuat oleh perancang terampil yang didukung oleh peralatan teknologi, dan industri untuk mewujudkannya.

Sebenarnya, kehidupan abad pertengahan menunjukkan bahwa karya seni rupa itu tidaklah jauh dari masyarakat. Hampir semua benda, bangunan, pakaian dan peralatan manusia dirancang dengan mempertimbangkan nilai-nilai keindahan. Demikian pula tiada batas yang kaku antara seorang seniman, ilmuwan, ataupun filsuf dalam kehidupan sehari-hari. Kesemuanya saling mengisi dan berpadu, bahkan telah menjadi kelaziman umum di zaman itu.

Istilah seni secara etimologis merupakan padanan kata dari art (Inggris) dan ars (Latin) atau techne (Yunani). Istilah techne dipadankan dengan kemahiran atau keterampilan yang tinggi dalam menciptakan benda-benda kebutuhan sehari-hari. Sedangkan istilah seni rupa merupakan padanan kata dari visual art (seni rupa atau yang dapat dilihat), fine art (seni indah), da nada pula yang menyebutkan pure art (seni murni). Dengan demikian bahwa seni rupa adalah segala wujud karya manusia yang bernilai yang diciptakan dan dilandasi oleh kemahiran untuk menciptakan keindahan.