Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini – Bahasa merupakan alat komunikasi yang bersifat universal, yang artinya hampir tidak ada seorang pun yang tidak berkomunikasi melalui bahasa. Serta, sejalannya dengan perkembangan zaman bahasa anak-anak semakin bervariasi dan juga biasanya disalahgunakan ketika berbicara. Bahasa yang pertama dikenali adalah bahasa Ibu. Negara-negara besar atau kota biasanya anak-anak banyak yang bermasalah dengan gaya bahasa yang diucapkan dikarenakan banyak terpengaruh bahasa-bahasa orang dewasa. Inilah yang seharusnya diperhatikan oleh para Orangtua maupun para Pendidik untuk mengajarkan berbahasa dengan baik mulai sejak dini.

Membiarkan anak-anak mengucapkan bahasa yang tidak semestinya seharusnya, peran Orangtua dan Pendidik tugasnya mengingatkan serta membenarkan bahasa sesuai dengan umur anak-anak usia dini. Ketika kita memikirkan perkembangan bahasa anak usia dini,entah dari Negara berkembang maupun Negara maju masalah-masalah yang dihadapi sama yaitu orang dewasa yang berbicara tidak sepantasnya dihadapan anak usia dini dan anak tersebut menirunya. Melalui bahasa,anak-anak dapat mengekspresikan fikirannya dengan menggunakan bahasanya sendiri agar orang lain dapat mengerti apa yang dibicarakan oleh anak-anak serta menciptakan hubungan sosial. anak-anak akan dapat mengembangkan kemampuan berbicaranya dalam bidang bicara,menulis,membaca yang dapat ditingkatkan lebih luas lagi.

Definisi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini – Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini, tercakup semua cara untuk berkomunikasi menggunakan lisan,tulisan,isyarat,mimik muka. Menurut Eliason (1994) perkembangan bahasa dimulai sejak bayi dan mengandalkan perannya pada pengalaman,penguasaan dan pertumbuhan bahasa. Anak belajar bahasa sejak masa bayi, sebelum belajar berbicara mereka berkomunikasi malaului tangisan, senyuman dan gerakan badan.

Belajar bahasa sangatlah penting sebelum  usia enam tahun. Oleh karena itu, pendidikan Anak Usia Dini merupakan tempat yang penting dalam mengembangkan bahasa anak-anak. Sehingga hal ini dapat mengembangkan keterampilan berbahasa anak usia dini. Anak-anak memperoleh bahasa dari lingkungan keluarga dan lingkungan tetangga. Dengan kata yang mereka miliki pertumbuhan kata anak akan tumbuh dengan cepat dan kosa kata anak-anak akan lebih cepat setelah anak-anak mulai berbicara.

Tahap-tahap Perkembangan Bahasa Anak

1. Periode prelingual (usia 0-1 tahun)

Periode prelingual adalah periode yang di tandai dengan kemampuan bayi mengoceh sebagai cara komunikasi kepada orang tuanya. Bayi bersikap pasif untuk menerima stimulus ( rangsangan ) eksternal dari orangtuanya. Bayi dapat memberi respons yang berbeda-beda terhadap stimulus ( rangsangan ) tersebut. Bayi dapat memberi respon positif terhadap orang yang ramah dan memberi respon negatif terhadap orang yang tidak ramah. Bayi akan mengoceh sambil tersenyum terhadap orang yang ramah, sedangkan bayi yang menjerit, menangis, atau takut terhadap orang yang tidak ramah.

Usia sampai 1 bulan

  1. Mendekut
  2. Membuat suara seperti huruf hidup
  3. Membuat suara merengek ketika sedang kesal
  4. Membuat suara berdeguk ketika sedang kenyang
  5. Tersenyum sebagai respon terhadap pembicaraan orang dewasa

Usia 1 sampai 4 bulan

  1. Bersuara dan tersenyum
  2. Dapat membuat bunyi huruf hidup
  3. Bersuara
  4. Berceloteh

Usia 4 sampai 8 bulan

  1. Menggunakan vokalisasi yang semakin banyak
  2. Mengunakan kata-kata yang terdiri dari dua suku kata (“buu-buu”)
  3. Dapat membuat dua bunyi vocal kesamaan (“baba”)

Usia 8 sampai 12 bulan

  1. Mengucapkan kata-kata pertama
  2. Menggunakan bunyi, mengidentifikasi objek, orang dan aktivitas
  3. Menurunkan berbagai bunyi kata
  4. Dapat mengucapkan serangkaian suku kata
  5. Memahami arti larangan seperti “jangan”
  6. Berespons terhadap panggilan dan orang-orang yang merupakan anggota  keluarga dekat
  7. Menujukan infleksi kata-kata yang nyata
  8. Menggunkan tiga kosakata
  9. Menggunakan kalimat satu kata

2. Periode Lingual Dini ( usia 1-2,5 Tahun )

Periode Lingual dini (early lingual period) yaitu suatu sistem perkembangan bahasa yang ditandai dengan kemampuan anak untuk membuat kalimat satu,dua atau  lebih kata dalam suatu percakapan dengan orang lain.

3. Periode Diferensiasi ( usia 2,5- 5tahun )

Periode diferensiasi ( differentiation period ) ialah suatu periode yang di tandai dengan kemapuan anak untuk menguasai bahasa sesuai dengan hukum tata bahasa yang baik. Cara berkomunikasi dengan orang lain sudah menggunakan susunan tata bahasa yang sempurna yaitu Subjek , Predikat, dan Objek ( S-P-O ). Pembendaharaan kata berkembang secara kuantitas maupun kualitas.

Tugas-tugas Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

1. Pemahaman

kemampuan memahami makna ucapan orang lain. Bayi memahami bahasa orang lain. Bukan memahami kata-kata yang diucapkannya, tetapi dengan memahami kegiatan atau gerakan.

2. Pengembangan Perbendaharaan Kata

Kata- kata  anak  berkembang dimulai secara lambat pada usia 2 tahun pertama, kemudian mengalami tempo yang cepat pada usia pra sekolah dan terus meningkat setelah anak masuk sekolah

3. Penyusunan kata-kata menjadi kalimat

Kemampuan menyusun kata-kata menjadi kalimat pada umumnya berkembang sebelum usia 2 tahun. Bentuk kalimat pertama adalah kalimat tunggal (kalimat satu kata) di sertai dengan “gesture” untuk melengkapi cara berfikir anak.

4. Ucapan

Kemampuan mengucapkan kata-kata merupakan hasil belajar melalui imitasi (peniruan) terhadap suara-suara yang di dengar anak dari orang lain (terutama pada orangtuanya).

  1. Tipe-tipe Perkembangan Bahasa pada Anak Usia Dini
  2. Egocentric Speech, yaitu anak berbicara kepada dirinya sendiri (monolog). Bericara monolog berfungsi untuk mengembangkan kemampuan berfikir anak yang pada umumnya dilakukan pada usia 2-3 tahun.
  3. Socialized Speech, yang terjadi ketika berlangsung kontak antara anak dengan temannya atau dengan lingkungannya. Berfungsi mengembnagkan kemampuan penyesuaian sosial.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

1. Faktor Kesehatan

Kesehatan merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perkembangan bahasa anak, terutama pada usia awal kehidupan anak.

2. Inteligensi (daya tangkap)

Perkembangan bahasa anak dapat dilihat dari tingkat daya tangkap. anak yang perkembangan bahasanya cepat, pada umumnya mempunyai daya tangkap normal atau diatas normal. Hurlock mengemukakan hasil studi mengenai anak yang mengalami kelambatan mental yaitu bahwa sepertiga diantara mereka yang dapat berbicara secara normal dan anak yang berada pada tingkat intelektual yang paling rendah, mereka sangat miskin dalam berbahasanya.

3. Status sosial ekonomi keluarga

Perkembangan bahasa dengan status sosial ekonomi keluarga menunjukkan bahwa anak yang berasal dari keluarga miskin mengalami kelambatan dalam perkembangan bahasanya,dibandingkan dengan anak yang berasal dari keluarga yang lebih baik

4. Hubungan keluarga

Hubungan ini dimaknai sebagai proses pengalaman berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan keluarga, terutama dengan orangtua yang mengajar, melatih dan memberikan contoh berbahasa pada anak. Hubugan yang tidak sehat bisa berupah sikap orangtua yang keras atau kasar, kurang kasih sayang, kurang perhatian untuk memberikan pelajaran berbahasa.

Hambatan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Keterlambatan berbicara tidak hanya mempengaruhi penyesuaian akademis dan pribadi anak, pengaruh yang paling serius adalah terhadap kemampuan membaca pada awal anak masuk sekolah.Banyak penyebab keterlambatan bicara pada anak. Salah satu penyebab paling umum dan paling serius adalah ketidakmampuan mendorong/memotivasi anak berbicara, bahkan pada saat anak mulai berceloteh. Apabila anak tidak diberikan rangsangan (stimulasi) didorong untuk berceloteh, hal ini akan menghambat penggunaan didalam berbahasa/kosa kata yang baik dan benar.

Kekurangan dorongan tersebut merupakan penyebab serius keterlambatan berbicara anak. Anak-anak dari golongan yang lebih atau menengah yang orang tuanya ingin sekali menyuruh mereka (anak) belajar berbicara lebih awal (cepat) dan lebih baik, sangat kurang kemungkinannya mengalami keterlambatan berbicara pada anak. Sedangkan anak yang berasal dari golongan yang lebih rendah yang orang tuanya tidak mampu memberikan dorongan tersebut bagi mereka, apakah kekurangan waktu/karena mereka tidak menyadari betapa pentingnya suatu perkembangan bicara pada anak didik tersebut.

Gangguan/bahaya didalam perkembangan bicara pada anak yaitu :

  1. Kelemahan didalam berbicara (berbahasa) kosa kata,
  2. Lamban mengembangkan suatu bahasa/didalam berbicara,
  3. Sering kali berbicara yang tidak teratur,
  4. Tidak konsentrasi didalam menerima suatu kata (bahasa) dari orang tua/guru.

Perkembangan berbicara merupakan suatu proses yang sangat sulit dan rumit. Terdapat beberapa kendala yang sering kali dialami oleh anak, antara lain:

1. Anak cengeng.

Anak yang sering kali menangis dengan berlebihan dapat menimbulkan gangguan pada fisik maupun psikis anak. Dari segi fisik, gangguan tersebut dapat berupa kurangnya energi sehingga secara otomatis dapat menyebabkan kondisi anak tidak fit. Sedangkan gangguan psikis yang muncul adalah perasaan ditolak atau tidak dicintai oleh orang tuanya, atau anggota kcluarga lain. Sedangkan reaksi sosial terhadap tangisan anak biasanya bernada negatif. Oleh karena itu peranan orang tua sangat penting untuk menanggulangi hal tersebut, salah satu cara untuk mengajarkan komunikasi yang efektif bagi anak.

2. Anak sulit memahami isi pembicaraan orang lain.

Sering kali anak tidak dapat memahami isi pembicaraan orang tua atau anggota keluarga lain. Hal ini disebabknn kurangnya perbendaharaan kata pada anak. Di samping itu juga dikarenakan orang tua sering kali berbicara sangat cepat dengan mempergunakan kata-kata yang belum dikenal oleh anak. Bagi keluarga yang menggunakan dua bahasa (bilingual) anak akan lebih banyak mengalami kesulitan untuk memahami pembicaraan orang tuanya atau saudaranya yang tinggal dalam satu rumah. Orang tua hendaknya selalu berusaha mencari penyebab kesulitan anak dalam memahami pembicaraan tersebut agar dapat memperbaiki atau membetulkan apabila anak kurang mengerti dan bahkan salah mengintepretasikan suatu pembicaraan.

Jadi, Perkembangan Bahasa Pada Anak Usia Dini = Bahasa merupakan kemampuan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Anak mulai belajar bahasa sejak bayi,sebelum belajar  berbicara berkomunikasi melalui tangisan,senyuman,dan gerakan badan. Tahap-tahap perkembangan kalimat anak dibagi menjadi tiga yaitu Periode Prelingual (usia 0-1tahun).Periode Lingual Dini (usia 1-2,5 tahun) dan Periode Diferensiasi (usia 2,5-5 tahun). Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak yaitu faktor kesehatan,intelegensi,status sosial ekonomi keluarga,dan hubungan keluarga.

DAFTAR PUSTKA

  • Soetjiningsih. (2004). Tumbuh Kembang Remaja dan  Permasalahanya. Jakarta : Sagung Seto
  • Betz, Cecily. L, 2002. Buku Saku Keperawatan Pediatrik edisi 3; EGC, Jakarta.