Premanisme, Kekuasaan, dan Kebodohan: Kenapa Harus Ada dalam Pendidikan ?

ospek
sumber: kaskus.co.id

Pendidikan identik dengan belajar, dengan kata lain pendidikan adalah belajar proses suatu kehidupan, dengan hasil belajar yang dapat mempengaruhi perkembangan seorang individu dari berbagai pengalaman dalam lingkungannya, lingkungan yang baik dan positif dapat mengarah kepada hal yang baik pula, bagaimana jika sebaliknya ?, pendidikan ala kepenguasaan dan tabiat merasa paling tinggi memerankan seorang individu menindas dan memperlakukan sesama seperti orang bodoh, mereka semua merasa benar dan mereka semua merasa senang dengan apa yang mereka lakukan, salah satu contoh sisi buruk dalam pendidik indonesia adalah tentang pelaksanaan ospek atau biasa dikenal dengan sebutan MOS yang begitu menyimpang dari artian sebenarnya.

Ospek biasa dilakukan dan diselenggarakan oleh beberapa instansi pendidikan pada peserta didik baru sebagai sarana perkenalan dan penyambutan. merupakan suatu acara yang menarik dan bagus untuk dinanti tiap awal tahun pelajaran.

Akan tetapi acara yang seharusnya sangat berguna bagi peserta didik baru dan bagi warga sekolah malah disalah gunakan dengan hal-hal bodoh yang tak pantas ada dalam dunia pendidikan. Salah satunya penggunaan atribut yang sama sekali tak punya makna dan mereka dipaksa berdandan dengan cara yang aneh jauh dari julukan orang berpendidikan dan parahnya lagi ada bau kekerasan dan penindasan oleh para senior hingga terdengar kabar dari berbagai media dengan headline “korban meninggal”. Ospek saat ini dikenal dengan alasan melatih mental dan kedisiplinan, haruskah dengan cara kekerasan ? apakah ini benar ?

Sudah waktunya untuk mengubah dan memperbaiki acara ospek dengan hal yang positif dan tentunya hasilnya juga lebih baik, tidak sadarkah kita jika mos/ospek semacam itu membuat para generasi bangsa bertindak bodoh dan sebagai penguasa yang menindas kaum yang lemah seperti saat ini. saya lebih setuju dengan ospek yang melatih kemampuan peserta didik dengan menfasilitasi mereka dengan nyaman dan ramah, jika perlu dan memungkinkan semua warga sekolah ikut berpartisipasi dalam acara ini. bukan dengan alasan melatih mental.

Sebenarnya mental seperti apa yang kalian inginkan?