Pulpen tinta Warna merah

Malam sudah larut awanpun tak Nampak, sinar indah terang menghiasi tubuhku di kegelapan dan kesunyian ( maksudnya ? haha )

Berpikir sejenak bebaskan lamunan yang kosong, kertas putih didepan mata tanpa tau apa yang aku gambarkan di dalamnya, bingung mu nulis apaan (dies). Secara tidak sengaja di hadapan saya terdapat buku dan pulpen, enjoylah sedikit dari pada harus berteman bantal dan guling tapi mata tak kunjung mau istirahat.

Dari tadi saya nulis apa dan apa yang saya tulis sangat memuakkan, pulpennya warna merah pula membuat mata lelah membuat tulisan semrawut untuk dibaca, eits ngomong soal pulpen warna merah nih ..!?!? waktu dulu saya masih belajar di Sekolah Dasar, Guru saya ada yang bilang seperti ini “ cong jha’ ngangguy pulpen mera, cangkolan ka guruna ( nak, jangan pake pulpen warna merah, tidak sopan pada guru) “ dan sampai saat inipun saya menuruti apa yang dikatakan oleh guru saya, dan sampai saat ini pula saya tidak paham kenapa, apa, dan bagaimana bisa pulpen warna merah itu membuat saya sebagai murid berstatus tidak sopan pada guru saya, yups inilah kesalahan fatal saya tidak pernah menanyakan hal tersebut pada guru saya, “ gun aonggu’ pas nguca’, enggi pak…” (dies)

Mereka-reka akibat tulisan berwarna merah, warna merah adalah warna yang sangat tajam tidak heran jika warna merah sering digunakan dalam kebutuhan sehari-hari contohnya rambu-rambu lalu lintas pun banyak yang menggunakan warna merah, pada mobil dan sepedamotor juga, kenapa warna merah ? menurut pengamatan saya warna merah terlihat lebih jelas dari warna lain dari kejauhan meskipun pada malam hari asal kena cahaya, itulah penempatan warna merah yang benar, bagaimana jika kita gunakan pada tulisan di buku kita ? ada beberapa pertanyaan untuk kita .. ( kita? lu aja kali gw nda’) maukah kamu membaca buku yang tulisannya berwarna merah (misalnya kalo ada)? Apa yang kamu rasakan setelahnya? Apakah kamu ingin membacanya kembali?, inilah jawaban saya, saya tidak mau lagi membacanya, membacanya membuat pusing dan mata Nampak sangat lelah, bagaimana dengan anda?

Dari beberapa hal diatas dapat saya simpulkan kenapa pulpen warna merah membuat kita sebagai murid menjadi cangkolan atau tidak sopan pada guru, ya itu lebih kasarnya kita menyiksa guru kita, ada soal latihan jawabnya memakai pulpen tinta warna merah, ada PR juga pake warna merah yang ngoreksi guru kita otomatis beliau jadi pusing melihatnya lama kelamaan karna pusing beliau sakit-sakitan, nah begitu bahayanya pulpen tinta merah kan? Bagaimana menurut anda ? menurut pendapat saya hal yang buruk sekalipun bisa bermanfaat jika kita gunakan pada kadarnya, ya setidaknya kita aplikasikan pulpen warna merah hanya untuk markingtext/markingline pada suatu tulisan/paragraph yang dianggap penting, jangan digunakan pada paragraph seutuhnya lah biar orang yang membacanya menjadi nyaman dan bermanfaat. Setuju ?

So, gunakanlah sesuatu itu dengan baik sesuai kadarnya dan tempatnya, dan manfaatkanlah dengan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan kerugian bagi diri kita sendiri maupun orang lain.