Sekolah Sebagai Pusat Kebudayaan

Mempelajari dan memperhatikan sekolah sebagai pusat kebudayaan diharapkan akan meperoleh manfaat ganda. Pertama, sebagai guru/dosen dapat membantu menciptakan lingkungan sekolah di mana ia bekerja dan memperoleh nafkah serta mendarmabaktikan dirinya pada kehidupan. Kedua, sebagai guru/dosen dapat membantu para peserta didik agar dapat menghayati bahhwa lingkungan sekolah adalah pusat kebudayaan, bekal-bekal pendidikan dan kketerampilan yang mereka terima dapat digunakan untuk menciptakan lingkungan sekolah pada tempat bekerja nanti, dan juga merupakan pusat kebudayaan yang bermanfaat bagi lingkungan sosialnya dan lingkuungan kemanusiaannya.

Makna Pendidikan dan Kebudayaan

Pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan, dan pendidikan tidak dapat ipdisahkan dari kebudayaan. Keduanya merupakan gejala dan faktor pelengkap yang penting dalam kehidupan manusia. Sebab manusia selain sebagai makluk alam, juga berfungsi sebagai makhluk berpikir (human rationale).

Sebagaimana telah dijelaskan, bahwa kata ”budaya” berawal dari ”budi dan daya” atau ”dayanya budi” sebagai cipta, rasa, dan karya yang menghasilkan karya, antara lain adalah pendidikan.

Sekolah sebagai pusat pendidikan formal lahir dan berkembang dari pemikiran efesiensi dan efektifitas dalam pemberian pendidikan kepada warga masyarakat. Namun harus diingat, fungsi pemberian pendidikan bukan sepenuhnya diserahkan kepada sekolah, sebab pengalaman pada dasarnya dapat diperoleh sepanjang hayat manusia, kapan pun dan dimana pun manusia berada, termasuk di lingkungan keluarga dan di masyarakat.sekolah sebagai partner dalam memberikan pendidikan kepada warga masyarakat. Jadi sekolah, keluarga, dan masyarakat merupakan pusat-pusat pendidikan yang potensial, ketiganya saling pengaruh-mempengaruhi, termasuk mendayagunakan sumber-sumber belajar dalam masyarakat, seperti narasumber, perpustakaan, museum, kebun binatang, surat kabar, majalah, dan sebagainya, di samping berguna bagi masyarakat luas sebagai media pendidikan, juga dapat digunakan oleh sekolah dalam menunaikan fungsi pendidikan.

Ditinjau dari hubungan sekolah dengan masyarakat, di samping sekolah merupakan partner masyarakat, sekolah juga merupakan produsen yang melayani pesanan pendidikan darri masyarakat sekelilingnya. Sebagai produsen kebutuhan pendidikan masyarakat, sekolah dan masyarakat memiliki ikatan hubungan rasional diantara keduanya, yaitu:

  • Adanya kesesuaian antara fungsi pendidikan yang diperan oleh sekolah degan apa yang dibutuhkan masyarakat (orang tua, pemerintah, lembaga-lembaga sosial, dan sebagainya).
  • Ketetapan target/sasaran pendidikan sangat ditentukan oleh kejelasan rumusan kontrak antara sekolah selaku pelayan masyarakat dengan masyarakatnya selaku pemesan.
  • Agar sekolah/perguruan tinggi dapat menunaikan fungsinya dengan baik, perlu adanya hubungan serasi dan terpadu dengan masyarakat khususnya publiknya, misalkan dalam hal dana, fasilitas, dan jaminan-jaminan objektif.