Tujuan, Fungsi, dan Ruang Lingkup Mata Pelajaran Fiqih

Tujuan mata pelajaran Fiqih

Dalam buku Kurikulum Hasil Belajar Fiqih Madrasah Ibtidaiyyah[1] dijelaskan mengenai fungsi dan tujuan mata pelajaran Fiqih sebagai berikut, yaitu:

Adapun Tujuan Mata pelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyyah adalah :

  • Agar siswa dapat mengetahui dan memahami pokok-pokok hukum Islam secara terperinci dan menyeluruh, baik berupa dalil naqli dan aqli, sebagai pedoman hidup bagi kehidupan pribadi dan sosialnya.
  • Agar siswa dapat melaksanakan dan mengamalkan ketentuan hukum Islam dengan benar, sehingga dapat menumbuhkan ketaatan menjalankan hukum Islam, disiplin dan tanggung jawab sosial yang tinggi dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya.

Sedangkan Fungsi mata pelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyyah adalah:

  • Mendarong tumbuhnya kesadaran beribadah siswa kepada Allah SWT.
  • Menanamkan kebiasaan melaksanakan syarit Islam di kalangan siswa dengan iklas.
  • Mendorong tumbuhnya kesadaran siswa untuk mensyukuri nikmat Allah SWT dengan mengolah dan memanfaatkan alam untuk kesejahteraan hidup.
  • Membentuk kebiasaan kedisiplinan dan rasa tanggung jawab sosial dimadrasah dan di masyarakat.
  • Membentuk kebiasaan berbuat/berperilaku yang sesuai dengan peraturan yang berlaku di madrasah dan masyarakat.

Ruang lingkup mata pelajaran Fiqih

Dalam buku Kurikulum Dan Hasil Pembelajaran Madrasah Ibtidaiyyah[2] dijelaskan bahwa ruang lingkup mata pelajaran Fiqih di Madrasah Tsanawiyah itu meliputi keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara:

  • Hubungan manusia dengan Allah. Membimbing untuk menyakini bahwa hubungan vertikal yaitu kepada Allah SWT, merupakan ibadah utama dan pertama.
  • Hubungan manusia dengan manusia. Membimbing siswa agar menjadi anggota masyarakat dengan berakhlak mulia dan berusaha menjadi tauladan masyarakat.
  • Hubungan manusia dengan alam. Siswa dibimbing dan dididik untuk peka dan cinta terhadap lingkungan hidup

Adapun fokus mata pelajaran Fiqih adalah dalam bidang-bidang berikut, yaitu:

  1. Fiqih ibadah
  2. Fiqih Mu’amalah
  3. Fiqih Jinayah
  4. Fiqih Siyasah

Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka ruang lingkup mata pelajaran Fiqih di Madrasah Ibtidaiyyah Secara garis besar diklasifikasikan ke dalam 2 bagian, yaitu:

Hubuangan vertikal, yakni hubungan manusia dengan Sang Pencipta alam semesta (hablu minallaah atau ‘ibadah). Ruang lingkupnya meliputi ketentuan-ketentuan tentang thaharah, shalat, puasa, zakat, haji-umroh, jinayah, dan sebagainya.

Hubungan horizontal, yakni hubungan manusia dengan makhluk. Ruang lingkupnya meliputi ketentuan-ketentuan tentang mu’amalah dan siyasah (politik atau ketatanegaraan).

Pendekatan Pelajaran Fiqih

  1. Keimanan, memberi peluang kepada peserta didik untuk mengembangkan pemahaman adanya Allah SWT sebagai sumber kehidupan
  2. Pengamalan, memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memperaktekkan dan merasakan hasil-hasil pengalaman syariat Islam dalam menghadapi tugas-tugas dan masalah dalam kehidupan.
  3. Pembiasaan, memberi kesempatan kepada siswa untuk membiasakan bersikap dan berperilaku baik, yang sesuai dengan ajaran Islam dan budaya bangsa dalam mengahadapi masalah kehidupan.
  4. Rasional, usaha memberi peranan kepada rasio (akal) siswa dalam memahami dan membedakan berbagai materi serta kaitannya dengan perilaku yang baik dengan perilaku yang buruk dalam kehidupan duniawi.
  5. Emosinal, upaya menggugah perasaan (emosi) siswa dalam menghayati perilaku yang sesuai dengan ajarn agama dan budaya bangsa.
  6. Fungsional, menyajikan materi Fiqih dari segi manfaatnya bagi perserta didik dalam kehidupan sehari-hari dalam arti luas.
  7. Keteladanan, menjadikan figur pribadi teladan dan performa guru Fiqih, sebagai cermin dari manusia yang memiliki keyakinan tauhid yang teguh dan berakhlak karimah[3]

Referensi

  1. [1] Ibid, (Depag RI. 2003, h: 2)
  2. [2] Ibid, (Depag RI. 2003, h: 3)
  3. [3] Ibid, (Depag, 2003, h: 4)